Senin , September 27 2021
Cover 2Bmediapagi 2Bfix min

Trobosan Baru Kemenag! Program Unggulan Computational Thinking di Sembilan Wilayah Indonesia

Mediapagi.Net. – Trobosan Baru Kemenag! Program Unggulan Computational Thinking di Sembilan Wilayah Indonesia, Kemenag mengupayakan daya kemampuan peserta didik madrasah untuk menghadapi tantangan di masa depan. Melalui program kompetensi berpikir komputasional atau dalam istilah Computational Thinking.

Trobosan Baru Kemenag! Program Unggulan Computational Thinking di Sembilan Wilayah Indonesia
Mediapagi.Net.-Trobosan Baru Kemenag! Program Unggulan Computational Thinking di Sembilan Wilayah Indonesia

Implementasi upaya dalam kemampuan berpikir komputasional disegala kegiatan pembelajaran itu disampaikan dalam Rapat kerja Nasional (Rakernas) Kemenag RI oleh Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Muhammad Ali Ramdhani.

Menurut Ramdhani, injeksi kemampuan berpikir komputasional/Computational Thinking (CT) diperlukan sebuah injeksi ke seluruh madrasah di berbagai wilayah Indonesia dan menjadi salah satu prioritas program unggulan Kementerian Agama (Kemenag).

“Kemampuan berpikir komputasional /Computational thinking merupakan salah satu program prioritas Kemenag yang berada di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam yang bertujuan untuk membangun cara berpikir siswa agar memiliki kemampuan untuk melakukan dekomposisi dari berbagai persoalan, ” Ujar Ramdhani.

Prioritas Program Unggulan Computational thinking (CT) dapat menambah kekuatan mantiq bagi siswa madrasah, mulai MI, MTs hingga MA dengan harapan alumni dari madrasah mampu berdaya saing di era digital/modern saat ini. Project ini akan dipublikasikan dengan pengenalan virtual di 9 kabupaten/kota diberbagai wilayah Indonesia.

Seperti dikatakan Guru besar Teknologi Informatika (TI), Kemampuan berpikir komputasional /computational thinking adalah program strategis yang begitu penting diterapkan demi mencetak generasi bangsa unggulan. 

“Sebuah kekuatan Kemampuan berpikir komputasional / computational thinking (CT) menjadi program unggulan di Kemenag karena merupakan kunci untuk menguasai masa depan,” ujarnya.

Menurut Muhammad Zain selaku Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, computational thinking (CT) mengembangkan bicara siswa dalam kompetensinya, maka tidak akan terlepas dari kemampuan guru dalam mengajar. Menurutnya, tantangan mulai dari munculnya era internet of things (IOT), ini juga sebagai tuntutan kepada guru untuk tidak hanya kreatif terkait materi ajar, tapi juga inovatif pada metodologi pengajaran di madrasah.

Muhammad Zain mengatakan, tidak hanya peserta didik, pendidik di madrasah madrasah juga harus melengkapi dirinya dengan kemampuan dan pengetahuan cara berpikir berbasis komputer (computational thinking).

Pelaksanaan  computational thinking (CT) di madrasah untuk memantik cara bernalar peserta didik dalam belajar, sehingga kedepannya dapat mendongkrak angka PISA kita.  “Berpikir logik, sistematis dan sustainable sangatlah penting sebagai bekal bagi anak-anak kita,” tegasnya. 

Menurut Zain, dalam mewujudkan program Computational Thinking (CT) di madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI sudah membentuk taskforce Computational Thinking yang berisi para pakar dan pegiat Computational Thinking di Madrasah.

Check Also

Harga Terjangkau dan Spesifikasi Realme C20

Harga Terjangkau dan Spesifikasi Realme C20 Super Canggih

Mediapagi.net – Harga Terjangkau dan Spesifikasi Realme C20 Super Canggih, Realme C20 hadir di Indonesia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *